Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

September sendiri dulu

Kadang aku tidak paham Apa yang sebenarnya diinginkan semesta Kehidupan memang sebuah misteri Dan selalu saja ada hal hal yang sulit di pahami Hari ini Aku tengah baik baik saja Aku menikmati keadaan ini Aku sangat nyaman dengan kesendirian ini Saat ini aku mencintai diriku sendiri Dan tak berpikir untuk membagi nya dengan siapapun Namun Beberapa orang Mencoba hadir Ada yang mengetuk pintu dengan pelan Ada yang mengetuk begitu kencang Ada juga yang cuma diam Namun bersedia menunggu untuk dibukakan Semua nya menawarkan sebuah kisah dimasa depan Hanya saja aku merasa belum siap Iya... Aku memang pernah bilang Hidup adalah ruang kosong Aku menerima siapapun yang datang Dan aku membiarkan siapapun yang ingin pergi Namun Untuk sebuah hubungan yang serius Itu sulit Aku Takan bisa mempersilahkan pergi Jika dia memang sudah menghuni kehidupan ku Oleh karena itu Biarkan aku menikmati keadaan ini sendiri Aku tak ingin melibatkan siapapun dulu dalam hari hari ku Begitu banyak peristiw...

Surat untuk penghuni langit

Aku sering menatap langit akhir akhir ini Melihat langit biru dan awan berarak Aku selalu berpikir kalau kau ada disana ya.... Diatas sana Disebuah negri diatas awan Mungkin.... Karena kau seperti bidadari Seperti halnya dongeng dongeng klasik Yang menceritakan bahwa bidadari tinggal di langit Walaupun sebenarnya aku menyadari Bahwa jasad mu dikuburkan di tanah Iya.... Aku baru saja mengunjungi mu Tak lupa.. Ku bingkiskan doa doa Sebagai teman mu di surga sana Kau orang baik oleh karena itu aku sangat yakin Tuhan menempatkan mu di surga Dan seperti halnya kebanyakan orang baik Kau memiliki waktu yang sebentar Tuhan sangat menyayangi mu Oleh karena itu dia ingin kau cepat kembali pulang Hari ini aku gagal lagi Gagal dalam banyak hal Bahkan Aku baru keluar dari kantor polisi Aku ga di tahan... tenang saja Aku masih bisa ngurus SKCK ko Aku baru saja berkelahi... Mukul orang... Iya....maaf jika aku terlalu bar bar Tapi orang itu yang mukul duluan aku cuma membalas aja.... Semen...

Human

Aku ingin bercerita sedikit Tentang kekaguman ku pada seseorang Aku memanggilnya Human Karna aku masih belum pantas Menyebut nama nya Karena memang aku belum berkenalan secara resmi dengan nya Aku memang tak pernah berjabat tangan dengan nya Tapi entah mangapa Aku merasa begitu mengenalnya Aku pernah bertemu langsung dengannya Dan ketika itu Parfum yang dia kenakan Menjadi parfum favorit ku tuk pengantar tidur malam Mungkin dia tak pernah tau Bahwa dengan ku melihat Unggahan story nya di instagram Itu bisa sedikit menghiburku Ketika hatiku sedang di patahkan Terkadang ku coba mampir Mengintip sedikit unggahan feed instagramnya Dia sungguh cantik Tapi maaf aku tak pernah ngelike foto foto nya itu Bukan karna tak suka Tapi sudah banyak orang yang melakukan nya untuknya Ini sepenggal pesanku untuknya Barangkali Tuhan menjawab doa doa baikku Dan menuntun jemari nya sampai Di wadah ini... Kau tak perlu tau siapa aku Yang perlu kau yakini Kau adalah wanita yang hebat Teruslah ter...

Disebuah Halte

Di sebuah halte kosong Tempat dimana kita biasa bercengkrama Aku berteduh Dari deras nya hujan yang turun hari ini Entah mengapa Tak ada satu manusia pun yang berteduh disini Dikota ini Orang orang lebih suka Bermandi hujan Untuk pulang Karna mungkin ada hangat peluk seseorang yang menyambut nya dirumah Sedangkan aku Aku lebih memilih berteduh Karena aku tak memiliki arah pulang Aku seketika teringat Tentang sapaan hangat mu di halte ini Hari itu Aku berteduh dan beristirahat di sebuah halte Setelah lelah kesana kemari mencari kerja Aku pun teringat saat kamu bersandar di bahuku di tempat ini Bersama kopi Sumatra yang biasa kau bawa Di botol kaca Kau bercerita Tentang mimpi mimpi untuk mendaki gunung Sedangkan aku Aku sempat memilih pensiun mendaki gunung Karena terlalu banyak kenangan pahit yang sempat terukir Bersama orang yang salah Aku suka tempat yang tinggi katamu Aku menyukai pantai kata ku Aku ingin bercerita tentang indah senja diatas bukit kepada anak ku nanti kat...

Suatu Pagi

Pernah kah kau terbangun di suatu pagi Dan hatimu terasa sakit sesakit sakitnya Dan di sudut matamu Air mata enggan tertampung Kau membangunkan badan mu dari rebah dan penat Sembari membuka jendela kamar Yang sudah tertutup cukup lama Kau menengok langit pagi Dan menyadari Kau masih hidup dan bertahan sampai hari ini Kau mulai bercermin Dan melihat sosok yang tak lagi kau cintai Padahal sosok itulah yang harus kau cintai lebih dari siapapun di bumi ini Berikan kesempatan sosok itu untuk berbahagia Carilah kebahagiaan di tempat lain dan cara yang lain Karena kau jauh lebih berharga Memang manusiawi merasa sedih dan kehilangan Namun yang perlu kau sadari Bahwa sebenarnya kau tak pernah benar-benar sendiri Selalu ada kebaikan kebaikan Tuhan Yang tetap setia menjaga dan mengajarkan mu Apa yang dapat kau pelajari hari ini Semua pasti akan menemukan perpisahan Yang harus kita lakukan hanya lah dua hal Mencintai dan juga mengikhlaskan Jangan menyalahkan semesta akan semua ini Kare...

Nelangsa

Aku adalah gugusan bintang Yang terlihat indah di kegelapan malam Namun sayang tak seorang pun mengindahkan nya Dan lenyap ketika di sandingkan dengan fajar Aku adalah jingga di renjana Yang tak terasa hangat ketika secarik rindu Tersapu singkat oleh kedatangan malam Harus menjadi apakah aku dimatamu agar aksara aksara ku dapat kau baca Sehingga menjadi parasasti kenang Yang menghidupkan hari harimu Apakah tak ada kebetulan kebetulan Yang menjadi momen di buku takdirmu Aku nyaris mati Terhunus tajam nya belati harap Aku di buat tak berdaya oleh doa doa yang tak tersampaikan Pernah kau merasakan sebait hujan Yang membasahi dedaunan dan menumbuhkan kenang di Minggu pagimu seperti nya aku akan menjadi Kelopak kelopak bunga seruni Yang berguguran disapu badai bulan November Bersama mencair nya salju abadi di pelupuk mata Hadir mu yang sebentar Mampu menyembuhkan luka yang bernanah tahunan Namun kesingkatan hadirmu Membuat nelangsa ku di tahun tahun kemudian Aku akhirnya dipaksa...

Kami Gelap

Beberapa sajak terpatri mudah Ketika semesta membasahi tanah tandus Di terik musim panas di pertengahan tahun Aku seorang anak manusia Yang tak takut mati Tapi aku lebih berpikir Bahwa lebih baik untuk tidak terlahir di dunia ini Sisi gelap dunia mengajarkan ku banyak hal Dia membuat aku tumbuh Menjadi manusia yang tidak memiliki kepedulian dan rasa empati Bahkan rasa sakit karena tertebas samurai preman pasar pun Menjadi sangat nikmat ketika di jahit dan di bersihkan dengan alkohol Berapa banyak lagi memar yang harus didapat Berapa banyak lagi darah yang harus diteteskan Bertarung dan teruslah bertarung Menjadi rutinitas malam yang tak kunjung usai Segini nya ya cari duit...itu Jika aku tak kuat aku Takan hidup Namun jika aku terlalu kuat lawanku yang berhenti hidup Manusia bisa jadi mesin pembunuh jika sudah berurusan dengan materi Jika kau menanyakan hati nurani...? Ia telah lama mati Di bunuh oleh doa doa usang yang tak pernah terwujud... Apa kau tak takut dosa...? Boho...

Katarsis

Malam itu aku duduk di tepi danau terbesar di kota ini Berlatar bukit berbatu Dan ilalang yang tinggi melintang Di tepi sebelah selatan danau Aku melihat dermaga rusak Yang tak pernah lagi di singgahi perahu Padahal beberapa tahun lalu Dermaga itu baru saja di bangun Dan kerap di singgahi perahu pengunjung Dan aku pernah mengabadikan potret senja di sana... Meski tertutup hujan Pelan pelan ku buka buku catatan ku Dan mengambil pulpen yang mulai kuraut Heh...padahal itu hal konyol yang di lakukan Aku mulai menulis aksara usang Dengan tintah darah.... Yang ku basahi dengan sedikit lukisan air mata Bulan purnama nampak tercermin di air danau Yang bening Di belakang rimbun ilalang nampak kunang kunang sedang melakukan tarian kematian Ku tanya siapa....yang mati dan untuk apa dirayakan..? Dengan manis kunang kunang dan ilalang serta langit malam ikut menjawab bersamaan Hatimu hatimu yang telah mati.... Setangkai daun Memberiku selamat dan tersenyum bersama pohon akasia Yang Bers...

Bintang Di Ufuk Timur

Semenjana fajar tiba Berusaha membangunkan hati yang lelah Dan pejam mata yang masih terasa basah Karena berselimut rinai hujan Di tepi harap Sembari membuka jendela yang telah lama tertutup Pelan pelan ku hirup udara yang masih terasa dingin Terlihat di langit sana Ada bintang terang di ufuk timur Sebentar lagi kataku Aku ingin sebentar lagi menutup harap ku Dengan mimpi indah yang baru saja ku nikmati Namun fajar enggan mendengar kan celoteh ku Bahkan gerimis ikut bertamu di pagi buta Kian samar samar gerombolan awan hitam mulai menutup langit Bintang Venus cantik itu mulai tersamarkan oleh bayang bayang hujan Apa aku masih bermimpi Waktu cepat sekali berlalu Air mata yang mulai kering perlahan lahan kusapu Bersama sepenggal doa yang kulambungkan tinggi tinggi Beriring angin hujan yang menerbangkan nya entah ke belantara danau mana...? Pagi dingin sekali Tangan dan pundak ini dibuat gigil Apakah hujan ini sedingin salju abadi di kutub Utara Tak tau juga.... Aku merangkai ...

Sejauh ini masih sakit

Ini bukanlah lagi tentang luka percintaan Ternyata ada banyak rasa sakit yang harus kurangkul dengan baik Karena suatu saat tidak ada kata lain kali Hujan hari ini Gemuruh begitu merdu terdengar di langit Dan rintik hujan yang turun terdengar bagai denting piano syahdu Ingin menangis rasanya Tak tau juga kenapa...? Dunia terasa sangat tenang Bahkan terlalu tenang hingga dapat ku dengar Suara lirih tentang sakit yang belum sembuh Di depan indo April Di bangku besi yang cukup berkarat Ditemani kopi hangat Dan sebungkus Magnum blue (iya...ini sedang ekonomi sulit) Bahkan aku berpikir untuk beralih ke linting agar lebih terjangkau Hanya untuk memenuhi asupan nikotin Memang lelah Saat ini tak ada tujuan apapun Menjalani semua dengan ketidakpastian Entah apa yang akan terjadi besok...? Apa aku akan mati...? Dengan menanggung rasa sakit yang enggan sembuh Bukan karena aku merawat nya Aku sudah mencoba berbagai cara Namun nihil Sakit nya pun menjalar kemana-mana Bukan hanya fisik n...

Obrolan singkat di muara kintap

Sudah bersusah payah...? Aku sedang di lembaran mana..? Di paragraf apa..? Pernah kah terpikir olehmu.. Pencapaian apa yang sudah kau capai selama ini Atau kau hanya membuang-buang waktu untuk hal yang tidak penting Aku tak tau....! Ada bagian yang membuat ku merasa selalu gagal Ada bagian dari diri ini yang merasa terlalu jauh tersesat Kala itu Hari mulai petang Sebentar lagi senja akan datang Aku duduk di sebuah bangku di tepi pantai Sembari meneguk kopi hangat☕ Yang tak tau mengapa Rasa nya sangat pahit Namun tak sepahit akan sebuah kehilangan Ku pandang di ujung garis pantai Dari jauh terlihat kapal batubara melintas bergandengan Dan di sudut lain kulihat perahu nelayan Baru pulang dari melaut Senja jingga berangsur-angsur muncul terlihat begitu megah Ada rasa sesak di dada di iringi aroma kopi yang mulai terasa sangat familiar Ku tengok di sebelah ku tak ada siapa siapa Aku sendirian...๐Ÿ˜ Tepat di pukul 18:00 Satu persatu butiran air berjatuhan Senja jingga seketika be...

Ekspektasi dan Realita

Ternyata kadang kenyataan tidak berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan Ketika apa yang kita mau Ditolak oleh takdir Kita hanya akan jadi perkara perkara ke inginan yang mustahil untuk di semogakan Aku ingin cerita dikit lah... Ketimbang cerita blog ini kosong Iya... Beberapa bulan lalu Aku ngeliat cewek tuh Ngeliat di Instagram ๐Ÿ˜Š Kulihat foto-fotonya Matanya mirip banget kaya mataku Hingga aku merasa dia cocok untuk ku  (ngarep) Langsung tuh aku follow lah dia Mumpung masih sendiri Padahal banyak yang aku dekati  tapi aku ga serius cuma buat teman aja Lumayan lah kalo jalan-jalan ada yang ngisi di belakang Ga ngenes amat sendiri Ada teman ngobrol maksudnya Hampir 1 tahun lah aku udahan Dengan mantan aku Awal nya aku ngebucin parah Dan ga percaya lagi dengan yang namanya cinta Semenjak putus dan terluka karena cinta Seketika itu juga aku jadi puitis dan motivator patah hati Instagram isinya tentang kata kata motivasi buat orang-orang yang tersakiti Dan kadan...

Fase baru aku ingin hidup 1000 tahun lagi

Hai sudah lama aku ga nulis di blog ini Iya... Maaf banget sebelumnya aku ngebucin parah...๐Ÿ™ƒ Hingga ngerasa semua nya hancur berantakan Sepertinya Tahun ini sangat lah berat di lalui Mulai kehilangan orang yang di sayang  kehilangan pekerjaan  kehilangan arah tujuan hidup  pokok nya parah banget  yang terparah aku kehilangan seseorang yang jadi panutan ku  lebih tepat nya Guru ku guru dalam arti sebenarnya  beliau yang banyak memberikan petunjuk dan nasehat saat aku patah hati terpuruk dan hancur berantakan๐Ÿ˜– Di tengah wabah covid ini beliau pulang duluan ketempat dimana beliau sangat rindukan Saat itu lah aku berasa kosong banget  Sempat terpikir untuk tertidur selama lamanya Namun saat itu beliau hadir di mimpiku beliau sangat marah dan sedih melihat ku yang putus asa dan mulai menjadi orang jahat dan ga peduli orang sekitar Iya... Aku sangat kehilangan arah Aku mulai mencoba meneguk Amer Untuk meredam depresi Mulai mainin perasaan cewek...