Langsung ke konten utama

Surat untuk penghuni langit


Aku sering menatap langit akhir akhir ini
Melihat langit biru dan awan berarak
Aku selalu berpikir kalau kau ada disana
ya....
Diatas sana
Disebuah negri diatas awan

Mungkin....

Karena kau seperti bidadari
Seperti halnya dongeng dongeng klasik
Yang menceritakan bahwa bidadari tinggal di langit
Walaupun sebenarnya aku menyadari
Bahwa jasad mu dikuburkan di tanah

Iya....

Aku baru saja mengunjungi mu

Tak lupa..
Ku bingkiskan doa doa
Sebagai teman mu di surga sana
Kau orang baik oleh karena itu aku sangat yakin
Tuhan menempatkan mu di surga
Dan seperti halnya kebanyakan orang baik
Kau memiliki waktu yang sebentar
Tuhan sangat menyayangi mu
Oleh karena itu dia ingin kau cepat kembali pulang

Hari ini aku gagal lagi
Gagal dalam banyak hal
Bahkan
Aku baru keluar dari kantor polisi
Aku ga di tahan... tenang saja
Aku masih bisa ngurus SKCK ko
Aku baru saja berkelahi...
Mukul orang...
Iya....maaf jika aku terlalu bar bar
Tapi orang itu yang mukul duluan aku cuma membalas aja....

Semenjak kau pergi
Aku kacau kacau banget
Aku tak bisa menahan diri
Namun jika mengingat kamu
Aku berusaha menjadi orang baik
Aku sangat takut
Jika aku mati nanti
Aku masuk neraka dan tidak bisa bertemu dengan mu

Seperti kau bilang kan
Kalau orang tidak baik akan masuk neraka
Namun sepertinya aku bukan lah orang baik
Susah rasanya berubah
Ada ada aja cobaan nya

Kau tau aku sempat ingin menyusulmu
aku sempat berkelahi dengan sekelompok orang
Dan ternyata aku kalah
Aku babak belur
Tapi sayang aku tidak mati
Lalu aku coba meneguk beberapa butir zolam
Tapi aku tidak mati juga
Aku hanya tertidur 10 hari
Dan saat bangun perut ku sangat sakit
Tenggorokan jadi kering panas seperti terbakar
Dan...aku jadi agak kurus
Seperti nya itu cara diet yang hebat...
Ya maaf....
Aku ga akan melakukan itu lagi ko

Aku masih dalam tahap belajar
Banyak yang harus ku pelajari
Untuk jadi orang sabar
Tuk percaya Kuasa Tuhan
Semoga kau bahagia disana

Malam nanti
Aku akan kembali melihat langit
Barangkali diantara gugusan bintang bintang dan di balik cahaya rembulan kau ada memperhatikan ku
Akan ku kirim kan doa doa baik untukmu...
Terimakasih atas segala kebaikan yang kau berikan
Aku akan berusaha lagi...
Dan maaf jika setelah kepergian mu
Aku beberapa kali menjalani hidup yang buruk

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terpatahkan Di Awal Tahun

Terpatahkan di awal tahun Saat itu ada yang menghampiri ku Mendekat dan membawa aroma Apshara Aku tertegun ini aroma lembut bagai bidadari Di tersenyum sangat manis Seraya menyodorkan sebatang bunga seruni Ini kesukaan mu kan Sambil tersenyum menunjukkan lesung pipit di pipi kanan nya Sudah lah katanya Biarkan dia tenang Cukup cintai dia dengan doa doa baikmu Tangis dan keputusasaan mu takan membuat dia bangkit dari peristirahatan terakhir nya Apa kau ingin dia kembali ke dunia dan mengeluarkan nya dari surga Dia sudah bahagia disana Bukan kah surga tempat sebaik-baiknya kembali Aku kembali menengok nya Dia terlihat sangat bijak dengan kata katanya Bukankah kau temannya kataku Apa kau tidak sedih orang yang kau sayang pergi meninggalkan mu Sedih... Sedih bangat katanya... Namun semua sudah ditetapkan apa kau meragukan takdir Tuhan Bangkit lah... Tata hidup mu kembali Daisy pun pasti tak ingin melihat keadaan mu yang seperti ini... Dia menggandeng tangan ku Ayo kita pergi.. ...

Ada apa di bulan ini

Ada yang salah di bulan ini Entah kenapa Lain banget rasa nya Semuanya berlalu begitu saja Apa yang harus aku lakukan Kusangat kecewa dengan bulan ini Semuanya tak berjalan dengan baik Terlalu banyak kesedihan Dan sejujurnya akupun sudah lelah Apa kah masih ada hari esok Dan apa kah tetap seperti ini ♌•͡˘.˘ •͡♌"◦°◦ºº ĦцüĦ.. Mungkin ini salah ku Maaf tuhan Bila ku tak bersyukur Dan terlalu banyak meminta

Darimana Harus Kumulai

Entah darimana harus kumulai kata-kata pembuka hatiku. Setiap kali aku bertemu denganmu, aku selalu saja seperti terhipnotis, kamu membuatku lupa akan segalanya. Wajahmu selalu saja hadir dan menimbulkan akan rasa lupa yang membingungkan pada wajah-wajah wanita lain yang pernah kucintai sebelumnya, begitu kuatnya. Aku tak pernah tahu dari jurusan mana kamu datang. Tiba-tiba kamu hadir begitu saja, membawa keremangan takdirku. Kamu membekap hatiku dalam kebimbangan cinta—tanpa arah, tanpa tujuan pasti, tapi aku suka. Entah kamu anugerah ataukah mungkin malah penderitaanku. Aku ingat ketika pertama kali mengenalmu. Perpustakaan adalah kata kuncinya. Entah kenapa aku selalu memilih meja dan kursi yang sama demi membaca buku, mungkin karena tata letaknya yang dekat dengan jendela hingga aku bisa merasakan sepoi angin membelaiku. Saat itu kutemukan sebuah buku agenda di atas meja tempat biasanya aku membaca buku-buku perpustakaan. Kubuka lembaran pertama buku agenda itu. Nama ...