Langsung ke konten utama

Suatu Pagi


Pernah kah kau terbangun di suatu pagi
Dan hatimu terasa sakit sesakit sakitnya
Dan di sudut matamu
Air mata enggan tertampung

Kau membangunkan badan mu dari rebah dan penat
Sembari membuka jendela kamar
Yang sudah tertutup cukup lama
Kau menengok langit pagi
Dan menyadari
Kau masih hidup dan bertahan sampai hari ini

Kau mulai bercermin
Dan melihat sosok yang tak lagi kau cintai
Padahal sosok itulah yang harus kau cintai lebih dari siapapun di bumi ini
Berikan kesempatan sosok itu untuk berbahagia
Carilah kebahagiaan di tempat lain dan cara yang lain
Karena kau jauh lebih berharga

Memang manusiawi merasa sedih dan kehilangan
Namun yang perlu kau sadari
Bahwa sebenarnya kau tak pernah benar-benar sendiri
Selalu ada kebaikan kebaikan Tuhan
Yang tetap setia menjaga dan mengajarkan mu

Apa yang dapat kau pelajari hari ini
Semua pasti akan menemukan perpisahan
Yang harus kita lakukan hanya lah dua hal
Mencintai dan juga mengikhlaskan

Jangan menyalahkan semesta akan semua ini
Karena memang tak ada yang perlu di salahkan
Semua akan tetap baik
Dan akan terasa waras pada waktunya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terpatahkan Di Awal Tahun

Terpatahkan di awal tahun Saat itu ada yang menghampiri ku Mendekat dan membawa aroma Apshara Aku tertegun ini aroma lembut bagai bidadari Di tersenyum sangat manis Seraya menyodorkan sebatang bunga seruni Ini kesukaan mu kan Sambil tersenyum menunjukkan lesung pipit di pipi kanan nya Sudah lah katanya Biarkan dia tenang Cukup cintai dia dengan doa doa baikmu Tangis dan keputusasaan mu takan membuat dia bangkit dari peristirahatan terakhir nya Apa kau ingin dia kembali ke dunia dan mengeluarkan nya dari surga Dia sudah bahagia disana Bukan kah surga tempat sebaik-baiknya kembali Aku kembali menengok nya Dia terlihat sangat bijak dengan kata katanya Bukankah kau temannya kataku Apa kau tidak sedih orang yang kau sayang pergi meninggalkan mu Sedih... Sedih bangat katanya... Namun semua sudah ditetapkan apa kau meragukan takdir Tuhan Bangkit lah... Tata hidup mu kembali Daisy pun pasti tak ingin melihat keadaan mu yang seperti ini... Dia menggandeng tangan ku Ayo kita pergi.. ...

Ada apa di bulan ini

Ada yang salah di bulan ini Entah kenapa Lain banget rasa nya Semuanya berlalu begitu saja Apa yang harus aku lakukan Kusangat kecewa dengan bulan ini Semuanya tak berjalan dengan baik Terlalu banyak kesedihan Dan sejujurnya akupun sudah lelah Apa kah masih ada hari esok Dan apa kah tetap seperti ini ♌•͡˘.˘ •͡♌"◦°◦ºº ĦцüĦ.. Mungkin ini salah ku Maaf tuhan Bila ku tak bersyukur Dan terlalu banyak meminta

Darimana Harus Kumulai

Entah darimana harus kumulai kata-kata pembuka hatiku. Setiap kali aku bertemu denganmu, aku selalu saja seperti terhipnotis, kamu membuatku lupa akan segalanya. Wajahmu selalu saja hadir dan menimbulkan akan rasa lupa yang membingungkan pada wajah-wajah wanita lain yang pernah kucintai sebelumnya, begitu kuatnya. Aku tak pernah tahu dari jurusan mana kamu datang. Tiba-tiba kamu hadir begitu saja, membawa keremangan takdirku. Kamu membekap hatiku dalam kebimbangan cinta—tanpa arah, tanpa tujuan pasti, tapi aku suka. Entah kamu anugerah ataukah mungkin malah penderitaanku. Aku ingat ketika pertama kali mengenalmu. Perpustakaan adalah kata kuncinya. Entah kenapa aku selalu memilih meja dan kursi yang sama demi membaca buku, mungkin karena tata letaknya yang dekat dengan jendela hingga aku bisa merasakan sepoi angin membelaiku. Saat itu kutemukan sebuah buku agenda di atas meja tempat biasanya aku membaca buku-buku perpustakaan. Kubuka lembaran pertama buku agenda itu. Nama ...