Langsung ke konten utama

Nelangsa


Aku adalah gugusan bintang
Yang terlihat indah di kegelapan malam
Namun sayang tak seorang pun mengindahkan nya
Dan lenyap ketika di sandingkan dengan fajar

Aku adalah jingga di renjana
Yang tak terasa hangat ketika secarik rindu
Tersapu singkat oleh kedatangan malam

Harus menjadi apakah aku dimatamu
agar aksara aksara ku dapat kau baca
Sehingga menjadi parasasti kenang
Yang menghidupkan hari harimu

Apakah tak ada kebetulan kebetulan
Yang menjadi momen di buku takdirmu
Aku nyaris mati
Terhunus tajam nya belati harap
Aku di buat tak berdaya oleh doa doa yang tak tersampaikan

Pernah kau merasakan sebait hujan
Yang membasahi dedaunan dan menumbuhkan kenang di Minggu pagimu
seperti nya aku akan menjadi
Kelopak kelopak bunga seruni
Yang berguguran disapu badai bulan November
Bersama mencair nya salju abadi di pelupuk mata

Hadir mu yang sebentar
Mampu menyembuhkan luka yang bernanah tahunan
Namun kesingkatan hadirmu
Membuat nelangsa ku di tahun tahun kemudian

Aku akhirnya dipaksa menyerah
Untuk tetap mempertahankan mu di bait bait doa dan aksara ku
Sepertinya aku sudah kehabisan kata kata dan kalimat untuk menjelaskan dan meyakinkan rasaku

Tak apa
Tetap lah kau hidup
Di tengah ketidakpedulianmu
Anggap saja aku...
Hanya sebuah pesan singkat yang salah kirim di kotak pesanmu
delet lah
Dan blokir nama ku secepatnya
Agar aku tak berpikir
Bahwa kau pernah membaca nya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terpatahkan Di Awal Tahun

Terpatahkan di awal tahun Saat itu ada yang menghampiri ku Mendekat dan membawa aroma Apshara Aku tertegun ini aroma lembut bagai bidadari Di tersenyum sangat manis Seraya menyodorkan sebatang bunga seruni Ini kesukaan mu kan Sambil tersenyum menunjukkan lesung pipit di pipi kanan nya Sudah lah katanya Biarkan dia tenang Cukup cintai dia dengan doa doa baikmu Tangis dan keputusasaan mu takan membuat dia bangkit dari peristirahatan terakhir nya Apa kau ingin dia kembali ke dunia dan mengeluarkan nya dari surga Dia sudah bahagia disana Bukan kah surga tempat sebaik-baiknya kembali Aku kembali menengok nya Dia terlihat sangat bijak dengan kata katanya Bukankah kau temannya kataku Apa kau tidak sedih orang yang kau sayang pergi meninggalkan mu Sedih... Sedih bangat katanya... Namun semua sudah ditetapkan apa kau meragukan takdir Tuhan Bangkit lah... Tata hidup mu kembali Daisy pun pasti tak ingin melihat keadaan mu yang seperti ini... Dia menggandeng tangan ku Ayo kita pergi.. ...

Ada apa di bulan ini

Ada yang salah di bulan ini Entah kenapa Lain banget rasa nya Semuanya berlalu begitu saja Apa yang harus aku lakukan Kusangat kecewa dengan bulan ini Semuanya tak berjalan dengan baik Terlalu banyak kesedihan Dan sejujurnya akupun sudah lelah Apa kah masih ada hari esok Dan apa kah tetap seperti ini ♌•͡˘.˘ •͡♌"◦°◦ºº ĦцüĦ.. Mungkin ini salah ku Maaf tuhan Bila ku tak bersyukur Dan terlalu banyak meminta

Darimana Harus Kumulai

Entah darimana harus kumulai kata-kata pembuka hatiku. Setiap kali aku bertemu denganmu, aku selalu saja seperti terhipnotis, kamu membuatku lupa akan segalanya. Wajahmu selalu saja hadir dan menimbulkan akan rasa lupa yang membingungkan pada wajah-wajah wanita lain yang pernah kucintai sebelumnya, begitu kuatnya. Aku tak pernah tahu dari jurusan mana kamu datang. Tiba-tiba kamu hadir begitu saja, membawa keremangan takdirku. Kamu membekap hatiku dalam kebimbangan cinta—tanpa arah, tanpa tujuan pasti, tapi aku suka. Entah kamu anugerah ataukah mungkin malah penderitaanku. Aku ingat ketika pertama kali mengenalmu. Perpustakaan adalah kata kuncinya. Entah kenapa aku selalu memilih meja dan kursi yang sama demi membaca buku, mungkin karena tata letaknya yang dekat dengan jendela hingga aku bisa merasakan sepoi angin membelaiku. Saat itu kutemukan sebuah buku agenda di atas meja tempat biasanya aku membaca buku-buku perpustakaan. Kubuka lembaran pertama buku agenda itu. Nama ...