Langsung ke konten utama

Bintang Di Ufuk Timur

Semenjana fajar tiba
Berusaha membangunkan hati yang lelah
Dan pejam mata yang masih terasa basah
Karena berselimut rinai hujan
Di tepi harap

Sembari membuka jendela yang telah lama tertutup
Pelan pelan ku hirup udara yang masih terasa dingin
Terlihat di langit sana
Ada bintang terang di ufuk timur

Sebentar lagi kataku
Aku ingin sebentar lagi menutup harap ku
Dengan mimpi indah yang baru saja ku nikmati
Namun fajar enggan mendengar kan celoteh ku

Bahkan gerimis ikut bertamu di pagi buta
Kian samar samar gerombolan awan hitam mulai menutup langit
Bintang Venus cantik itu mulai tersamarkan oleh bayang bayang hujan

Apa aku masih bermimpi
Waktu cepat sekali berlalu
Air mata yang mulai kering perlahan lahan kusapu
Bersama sepenggal doa yang kulambungkan tinggi tinggi
Beriring angin hujan yang menerbangkan nya entah ke belantara danau mana...?

Pagi dingin sekali
Tangan dan pundak ini dibuat gigil
Apakah hujan ini sedingin salju abadi di kutub Utara
Tak tau juga....

Aku merangkai aksara aksara ambigu
Yang terdengar lucu
Di telinga telinga orang tuli
Persetan... tentang hangat pagi hari itu
Tak kudapati...
Bahkan cantik bintang timur yang ku tatap biasanya tertutup awan hujan

Mungkin masih terlalu pagi
Aku meneguk kopi yang sangat pahit
Bersamaan rokok yang terasa hambar di isap
Ada apa dengan semesta ku
Kau bercanda sungguh tidak lucu

Kenapa kau bermain main
Dengan anak manusia yang kehilangan harap
Apa kau ingin menelan nya ke dalam jurang kenyataan
Yang berhias senyum manis gadis buta yang mulai menggambar warna jingga di langit malam
Lucu sekali.....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terpatahkan Di Awal Tahun

Terpatahkan di awal tahun Saat itu ada yang menghampiri ku Mendekat dan membawa aroma Apshara Aku tertegun ini aroma lembut bagai bidadari Di tersenyum sangat manis Seraya menyodorkan sebatang bunga seruni Ini kesukaan mu kan Sambil tersenyum menunjukkan lesung pipit di pipi kanan nya Sudah lah katanya Biarkan dia tenang Cukup cintai dia dengan doa doa baikmu Tangis dan keputusasaan mu takan membuat dia bangkit dari peristirahatan terakhir nya Apa kau ingin dia kembali ke dunia dan mengeluarkan nya dari surga Dia sudah bahagia disana Bukan kah surga tempat sebaik-baiknya kembali Aku kembali menengok nya Dia terlihat sangat bijak dengan kata katanya Bukankah kau temannya kataku Apa kau tidak sedih orang yang kau sayang pergi meninggalkan mu Sedih... Sedih bangat katanya... Namun semua sudah ditetapkan apa kau meragukan takdir Tuhan Bangkit lah... Tata hidup mu kembali Daisy pun pasti tak ingin melihat keadaan mu yang seperti ini... Dia menggandeng tangan ku Ayo kita pergi.. ...

Ada apa di bulan ini

Ada yang salah di bulan ini Entah kenapa Lain banget rasa nya Semuanya berlalu begitu saja Apa yang harus aku lakukan Kusangat kecewa dengan bulan ini Semuanya tak berjalan dengan baik Terlalu banyak kesedihan Dan sejujurnya akupun sudah lelah Apa kah masih ada hari esok Dan apa kah tetap seperti ini ♌•͡˘.˘ •͡♌"◦°◦ºº ĦцüĦ.. Mungkin ini salah ku Maaf tuhan Bila ku tak bersyukur Dan terlalu banyak meminta

Darimana Harus Kumulai

Entah darimana harus kumulai kata-kata pembuka hatiku. Setiap kali aku bertemu denganmu, aku selalu saja seperti terhipnotis, kamu membuatku lupa akan segalanya. Wajahmu selalu saja hadir dan menimbulkan akan rasa lupa yang membingungkan pada wajah-wajah wanita lain yang pernah kucintai sebelumnya, begitu kuatnya. Aku tak pernah tahu dari jurusan mana kamu datang. Tiba-tiba kamu hadir begitu saja, membawa keremangan takdirku. Kamu membekap hatiku dalam kebimbangan cinta—tanpa arah, tanpa tujuan pasti, tapi aku suka. Entah kamu anugerah ataukah mungkin malah penderitaanku. Aku ingat ketika pertama kali mengenalmu. Perpustakaan adalah kata kuncinya. Entah kenapa aku selalu memilih meja dan kursi yang sama demi membaca buku, mungkin karena tata letaknya yang dekat dengan jendela hingga aku bisa merasakan sepoi angin membelaiku. Saat itu kutemukan sebuah buku agenda di atas meja tempat biasanya aku membaca buku-buku perpustakaan. Kubuka lembaran pertama buku agenda itu. Nama ...