Langsung ke konten utama

cinta beda agama

di dalam hati ini hanya satu nama
yang ada di tulus hati ku ingini
kesetiaan yang indah takkan tertandingi
hanyalah dirimu satu peri cintaku

benteng begitu tinggi
sulit untuk ku gapai

aku untuk kamu, kamu untuk aku
namun semua apa mungkin
iman kita yang berbeda

Tuhan memang satu
kita yang tak sama
haruskah aku lantas pergi
meski cinta takkan bisa pergi

bukankah cinta anugerah
berikan aku kesempatan
tuk menjaganya sepenuh jiwa

Tau lagu ini kan? Peri cintaku yg kalo gak salah diciptain oleh Yovie Widianto, udah ketebak dong kaya apa? Dalem, n harmoninya dapet banget, apalagi dinyanyiin Marcel, Jleb ke jantung...!! Hmm

Pada video klipnya, lagu ini berkisah tentang cinta beda agama/keyakinan. Cewenya muslim, cowonya Budha. Namun cinta mereka harus berakhir karena perbedaan keyakinan, tentunya didukung dengan orang tua yang tidak setuju. Pisah memang jalan terbaik,
Cinta beda keyakinan, topik yg selalu menarik untuk dibicarakan walau masih di anggap tabu oleh sebagian kalangan. Beberapa orang pasti pernah mengalami dan mempunya akhir kisah yang berbeda-beda, sesuai takdirnya.
memang tak ada yang salah dengan cinta hanya saja kita harus tau makna cinta yang sebenar nya
bagi saya cinta yang sebenar nya adalah cinta yang bisa mendekat kan kita kepada sang pencipta
seharus nya sesuai kodrat nya cinta adalah anugrah dari sang pencipta dengan cinta itu pula kita bisa mengajak seseorang itu ke jalan yang benar

Mencintai dan dicintai itu hak asasi manusia. Dan cinta tidak pernah memandang SARA. Bukankah Tuhan satu?
Jalani saja hubungan itu dengan baik dan apa adanya, tapi ingat, jangan sampai melenceng dari aturan, ba.ha.ya!

Toh pada akhirnya cinta juga yang akan mencari jalannya sendiri...
Dia akan menuju ke tempat yang paling nyaman untuk di tinggali. Tentu saja disini ada campur tangan Tuhan. Karena tidak ada yang terjadi di dunia ini tanpa seizin-Nya. Betul? Hohoho

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terpatahkan Di Awal Tahun

Terpatahkan di awal tahun Saat itu ada yang menghampiri ku Mendekat dan membawa aroma Apshara Aku tertegun ini aroma lembut bagai bidadari Di tersenyum sangat manis Seraya menyodorkan sebatang bunga seruni Ini kesukaan mu kan Sambil tersenyum menunjukkan lesung pipit di pipi kanan nya Sudah lah katanya Biarkan dia tenang Cukup cintai dia dengan doa doa baikmu Tangis dan keputusasaan mu takan membuat dia bangkit dari peristirahatan terakhir nya Apa kau ingin dia kembali ke dunia dan mengeluarkan nya dari surga Dia sudah bahagia disana Bukan kah surga tempat sebaik-baiknya kembali Aku kembali menengok nya Dia terlihat sangat bijak dengan kata katanya Bukankah kau temannya kataku Apa kau tidak sedih orang yang kau sayang pergi meninggalkan mu Sedih... Sedih bangat katanya... Namun semua sudah ditetapkan apa kau meragukan takdir Tuhan Bangkit lah... Tata hidup mu kembali Daisy pun pasti tak ingin melihat keadaan mu yang seperti ini... Dia menggandeng tangan ku Ayo kita pergi.. ...

Ada apa di bulan ini

Ada yang salah di bulan ini Entah kenapa Lain banget rasa nya Semuanya berlalu begitu saja Apa yang harus aku lakukan Kusangat kecewa dengan bulan ini Semuanya tak berjalan dengan baik Terlalu banyak kesedihan Dan sejujurnya akupun sudah lelah Apa kah masih ada hari esok Dan apa kah tetap seperti ini ♌•͡˘.˘ •͡♌"◦°◦ºº ĦцüĦ.. Mungkin ini salah ku Maaf tuhan Bila ku tak bersyukur Dan terlalu banyak meminta

Darimana Harus Kumulai

Entah darimana harus kumulai kata-kata pembuka hatiku. Setiap kali aku bertemu denganmu, aku selalu saja seperti terhipnotis, kamu membuatku lupa akan segalanya. Wajahmu selalu saja hadir dan menimbulkan akan rasa lupa yang membingungkan pada wajah-wajah wanita lain yang pernah kucintai sebelumnya, begitu kuatnya. Aku tak pernah tahu dari jurusan mana kamu datang. Tiba-tiba kamu hadir begitu saja, membawa keremangan takdirku. Kamu membekap hatiku dalam kebimbangan cinta—tanpa arah, tanpa tujuan pasti, tapi aku suka. Entah kamu anugerah ataukah mungkin malah penderitaanku. Aku ingat ketika pertama kali mengenalmu. Perpustakaan adalah kata kuncinya. Entah kenapa aku selalu memilih meja dan kursi yang sama demi membaca buku, mungkin karena tata letaknya yang dekat dengan jendela hingga aku bisa merasakan sepoi angin membelaiku. Saat itu kutemukan sebuah buku agenda di atas meja tempat biasanya aku membaca buku-buku perpustakaan. Kubuka lembaran pertama buku agenda itu. Nama ...