Langsung ke konten utama

Dengan mu (6april)

mungkin bagi sebagia orang bulan april hanyalah bulan bulan biasa
tapi bagi ku bulan ini lah bulan yang paling istemewa
bukan karna di bulan april ada hari kartini hehehe....
tapi di bulan ini lah ku bertemu dengan dia
tepat nya 6april ku bertemu dengan mu di tempat itu
tempat yang menghadirkan ribuan kenangan saat bersamamu
setiap hari setiap pulang ku salu melewati tempat itu
dan berharap di tempat itu ku bisa melihat senyum nya
senyum yang pernah menghiasi hari-hari ku
senyum yang buat setiap waktu dalam hidup ku menjadi berharga dan penuh warna
tapi sekarang...
di saat ku melewati tempat itu
ku melihat sebuah kenyataan
sebuah kenyataan yang menyadarkan ku bahwa dia benar-benar tlah pergi dari hidup ku
dan sekarang di tempat itu
hanya ada kerinduan dan kenangan yang salu kujaga
walau hanya aku sendiri yang menjaga nya
kata-kata ini tlah pudar kata yang terakhir dia kata kan pada ku

cinta ku jangan tinggal kan aku
walau ku pergi jauh jangan lupakan aku
berjanjilah kau takan pernah berubah
walau seumur hidup mu jangan lupakan ku

hehehehe(sedih banget aku kangen kamu)

tapi kenyataan nya
dia yang meninggal kan ku
dia tlah berubah tak seperti dulu
tak seperti gadis lucu yang ku kenal dulu
gadis manis yang salu buat ku tersenyum
gadis cerewet yang sangat menyebal kan
gadis manja yang salu buat ku salu mengalah

eheheheheheh  aku rindu kamu
dengan cara apa lagi ku harus melupakan kamu
apa yang harus aku lakukan

dia salu berjanji tak perduli apa yang sedang terjadi
di setiap tanggal 6april dia akan datang ketempat itu
tapi kenyataan nya dia ga datang
tapi bodoh nya aku
aku mau saja besabar dan menuggu dia untuk datang
dia (orang yang tak mungkin akan kembali)

mungkin benar lagu st12

biarkan dia hanya menjadi
bayangan indah yang tak mungkin di miliki

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terpatahkan Di Awal Tahun

Terpatahkan di awal tahun Saat itu ada yang menghampiri ku Mendekat dan membawa aroma Apshara Aku tertegun ini aroma lembut bagai bidadari Di tersenyum sangat manis Seraya menyodorkan sebatang bunga seruni Ini kesukaan mu kan Sambil tersenyum menunjukkan lesung pipit di pipi kanan nya Sudah lah katanya Biarkan dia tenang Cukup cintai dia dengan doa doa baikmu Tangis dan keputusasaan mu takan membuat dia bangkit dari peristirahatan terakhir nya Apa kau ingin dia kembali ke dunia dan mengeluarkan nya dari surga Dia sudah bahagia disana Bukan kah surga tempat sebaik-baiknya kembali Aku kembali menengok nya Dia terlihat sangat bijak dengan kata katanya Bukankah kau temannya kataku Apa kau tidak sedih orang yang kau sayang pergi meninggalkan mu Sedih... Sedih bangat katanya... Namun semua sudah ditetapkan apa kau meragukan takdir Tuhan Bangkit lah... Tata hidup mu kembali Daisy pun pasti tak ingin melihat keadaan mu yang seperti ini... Dia menggandeng tangan ku Ayo kita pergi.. ...

Ada apa di bulan ini

Ada yang salah di bulan ini Entah kenapa Lain banget rasa nya Semuanya berlalu begitu saja Apa yang harus aku lakukan Kusangat kecewa dengan bulan ini Semuanya tak berjalan dengan baik Terlalu banyak kesedihan Dan sejujurnya akupun sudah lelah Apa kah masih ada hari esok Dan apa kah tetap seperti ini ♌•͡˘.˘ •͡♌"◦°◦ºº ĦцüĦ.. Mungkin ini salah ku Maaf tuhan Bila ku tak bersyukur Dan terlalu banyak meminta

Darimana Harus Kumulai

Entah darimana harus kumulai kata-kata pembuka hatiku. Setiap kali aku bertemu denganmu, aku selalu saja seperti terhipnotis, kamu membuatku lupa akan segalanya. Wajahmu selalu saja hadir dan menimbulkan akan rasa lupa yang membingungkan pada wajah-wajah wanita lain yang pernah kucintai sebelumnya, begitu kuatnya. Aku tak pernah tahu dari jurusan mana kamu datang. Tiba-tiba kamu hadir begitu saja, membawa keremangan takdirku. Kamu membekap hatiku dalam kebimbangan cinta—tanpa arah, tanpa tujuan pasti, tapi aku suka. Entah kamu anugerah ataukah mungkin malah penderitaanku. Aku ingat ketika pertama kali mengenalmu. Perpustakaan adalah kata kuncinya. Entah kenapa aku selalu memilih meja dan kursi yang sama demi membaca buku, mungkin karena tata letaknya yang dekat dengan jendela hingga aku bisa merasakan sepoi angin membelaiku. Saat itu kutemukan sebuah buku agenda di atas meja tempat biasanya aku membaca buku-buku perpustakaan. Kubuka lembaran pertama buku agenda itu. Nama ...