Langsung ke konten utama

mimpi kan dia

makasih banget tuhan setelah kau hadir kan hari yang begitu indah
kau ijinkan ku tuk memimpikan nya
apakah dia orang yang tepat untuk ku......?

jalan cerita mimpinya ga begitu aku ingat dan ku ngerti
tapi kehadiran nya di dalam mimpi itu lah yang membuat semua nya terasa berarti
di dalam mimpi itu
yang tak bisa ku lupakan dari mimpi itu!

ketika itu ku berjalan dengan nya di tengah malam
dia menggemgam tangan ku begitu erat seolah tak ingin melepasakan ku
alangkah bahagia nya hati ku
seseorang yang ku kagumi begitu dekat dengan ku
dan di saat itu juga dia
menyandar kan kepala nya ke bahu ku
dan aku pun dapat leluasa memandang mata nya yang indah dan senyum manis nya itu

ketika itu dia mengatakan sesuatu kepada ku
kata nya:
kanapa baru sekarang ku bisa dekat dengan mu?
padahal ku sangat bahagia saat bersamamu
semoga ini selamanya

makasih kata ku semoga ini kan selamanya
kami pun melanjut kan perjalanan
saat itu malam terasa berlalu begitu cepat
dan aku pun sudah sampai mengantar kan nya kerumah nya

sesampai di rumah nya
dia bilang seperti ini pada ku
makasih ya ini akan menjadi malam terbaik di dalam hidupku
dan dia pun mencium bibir ku
dan ku balas mencium kening nya

andai kan ini nyata ijinkan lah ku bersamanya slamanya
dan bila ini hanya mimpi biarkan lah ku tuk tertidur slama nya

sayang sekali.............
semua itu hanyalah mimpi
padahal ada ribuan kata yang belum sempat ku sampai kan


sebening embun pagi paras mu
secantik bidadari sejukkan hari ku
kau layak ku impikan didalam hidupku
walau pun semua itu hanyalah mimpi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terpatahkan Di Awal Tahun

Terpatahkan di awal tahun Saat itu ada yang menghampiri ku Mendekat dan membawa aroma Apshara Aku tertegun ini aroma lembut bagai bidadari Di tersenyum sangat manis Seraya menyodorkan sebatang bunga seruni Ini kesukaan mu kan Sambil tersenyum menunjukkan lesung pipit di pipi kanan nya Sudah lah katanya Biarkan dia tenang Cukup cintai dia dengan doa doa baikmu Tangis dan keputusasaan mu takan membuat dia bangkit dari peristirahatan terakhir nya Apa kau ingin dia kembali ke dunia dan mengeluarkan nya dari surga Dia sudah bahagia disana Bukan kah surga tempat sebaik-baiknya kembali Aku kembali menengok nya Dia terlihat sangat bijak dengan kata katanya Bukankah kau temannya kataku Apa kau tidak sedih orang yang kau sayang pergi meninggalkan mu Sedih... Sedih bangat katanya... Namun semua sudah ditetapkan apa kau meragukan takdir Tuhan Bangkit lah... Tata hidup mu kembali Daisy pun pasti tak ingin melihat keadaan mu yang seperti ini... Dia menggandeng tangan ku Ayo kita pergi.. ...

Ada apa di bulan ini

Ada yang salah di bulan ini Entah kenapa Lain banget rasa nya Semuanya berlalu begitu saja Apa yang harus aku lakukan Kusangat kecewa dengan bulan ini Semuanya tak berjalan dengan baik Terlalu banyak kesedihan Dan sejujurnya akupun sudah lelah Apa kah masih ada hari esok Dan apa kah tetap seperti ini ♌•͡˘.˘ •͡♌"◦°◦ºº ĦцüĦ.. Mungkin ini salah ku Maaf tuhan Bila ku tak bersyukur Dan terlalu banyak meminta

Darimana Harus Kumulai

Entah darimana harus kumulai kata-kata pembuka hatiku. Setiap kali aku bertemu denganmu, aku selalu saja seperti terhipnotis, kamu membuatku lupa akan segalanya. Wajahmu selalu saja hadir dan menimbulkan akan rasa lupa yang membingungkan pada wajah-wajah wanita lain yang pernah kucintai sebelumnya, begitu kuatnya. Aku tak pernah tahu dari jurusan mana kamu datang. Tiba-tiba kamu hadir begitu saja, membawa keremangan takdirku. Kamu membekap hatiku dalam kebimbangan cinta—tanpa arah, tanpa tujuan pasti, tapi aku suka. Entah kamu anugerah ataukah mungkin malah penderitaanku. Aku ingat ketika pertama kali mengenalmu. Perpustakaan adalah kata kuncinya. Entah kenapa aku selalu memilih meja dan kursi yang sama demi membaca buku, mungkin karena tata letaknya yang dekat dengan jendela hingga aku bisa merasakan sepoi angin membelaiku. Saat itu kutemukan sebuah buku agenda di atas meja tempat biasanya aku membaca buku-buku perpustakaan. Kubuka lembaran pertama buku agenda itu. Nama ...