Langsung ke konten utama

Beda antara suka ,cinta dan sayang

memang sulit untuk membedakan 3 rasa itu mungkin jika di ibarat kan perbedaan nya tipis setipis kulit bawang hahahahaha
tapi yang aku tau perbedaan nya se perti ini


Dihadapan orang yang kau cintai, musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah
Dihadapan orang yang kau sukai, musim dingin tetap saja musim dingin hanya saja suasana nya lebih indah sedikittt

Dihadapan orang yang kau cintai, jantung mu tiba-tiba berdebar lebih cepat
Dihadapan orang yang kau sukai, kau hanya merasa senang dan gembira saja

Apabila engkau melihat mata orang yang kau cintai, matamu berkaca – kaca
Apabila engkau melihat mata orang yang kau sukai, engkau hanya tersenyum saja

Dihadapan orang yang kau cintai, kata – kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam
Dihadapan orang yang kau sukai, kata – kata yang keluar hanya dari pikiran saja

Jika orang yang kau cintai, menangis engkaupun akan ikut menangis di sisinya
Jika orang yang kau sukai, menangis engkau hanya menghibur saja

Perasaan cinta itu di mulai dari mata, sedangkan rasa suka di mulai dari telinga jadi jika kau mau berhenti menyukai seseorang
Cukup dengan menutup telinga.
Tapi apabila kau mencoba menutup matamu dari orang yang kau cintai, cinta itu berubah menjadi tetesan air mata dan terus
Tinggal di hati mu dalam jarak waktu yang cukup lama.

“Tetapi selain rasa suka dan rasa cinta… ada perasaan yang lebih mendalam.ooooooo
YAITU rasa SAYANG  ….. rasa yang tidak hilang secepat rasa cinta.
Rasa yang tidak mudah berubah. Perasaan yang dapat membuatmu berkorban untuk orang yang kamu sayangi.
Mau menderita demi kebahagiaan orang yang kamu  sayangi.

CINTA INGIN MEMILIKI TETAPI. SAYANG HANYA INGIN MELIHAT ORANG YANG DI SAYANGI NYA BAHAGIA…..
WALAU PUN HARUS KEHILANGAN”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terpatahkan Di Awal Tahun

Terpatahkan di awal tahun Saat itu ada yang menghampiri ku Mendekat dan membawa aroma Apshara Aku tertegun ini aroma lembut bagai bidadari Di tersenyum sangat manis Seraya menyodorkan sebatang bunga seruni Ini kesukaan mu kan Sambil tersenyum menunjukkan lesung pipit di pipi kanan nya Sudah lah katanya Biarkan dia tenang Cukup cintai dia dengan doa doa baikmu Tangis dan keputusasaan mu takan membuat dia bangkit dari peristirahatan terakhir nya Apa kau ingin dia kembali ke dunia dan mengeluarkan nya dari surga Dia sudah bahagia disana Bukan kah surga tempat sebaik-baiknya kembali Aku kembali menengok nya Dia terlihat sangat bijak dengan kata katanya Bukankah kau temannya kataku Apa kau tidak sedih orang yang kau sayang pergi meninggalkan mu Sedih... Sedih bangat katanya... Namun semua sudah ditetapkan apa kau meragukan takdir Tuhan Bangkit lah... Tata hidup mu kembali Daisy pun pasti tak ingin melihat keadaan mu yang seperti ini... Dia menggandeng tangan ku Ayo kita pergi.. ...

Ada apa di bulan ini

Ada yang salah di bulan ini Entah kenapa Lain banget rasa nya Semuanya berlalu begitu saja Apa yang harus aku lakukan Kusangat kecewa dengan bulan ini Semuanya tak berjalan dengan baik Terlalu banyak kesedihan Dan sejujurnya akupun sudah lelah Apa kah masih ada hari esok Dan apa kah tetap seperti ini ♌•͡˘.˘ •͡♌"◦°◦ºº ĦцüĦ.. Mungkin ini salah ku Maaf tuhan Bila ku tak bersyukur Dan terlalu banyak meminta

Darimana Harus Kumulai

Entah darimana harus kumulai kata-kata pembuka hatiku. Setiap kali aku bertemu denganmu, aku selalu saja seperti terhipnotis, kamu membuatku lupa akan segalanya. Wajahmu selalu saja hadir dan menimbulkan akan rasa lupa yang membingungkan pada wajah-wajah wanita lain yang pernah kucintai sebelumnya, begitu kuatnya. Aku tak pernah tahu dari jurusan mana kamu datang. Tiba-tiba kamu hadir begitu saja, membawa keremangan takdirku. Kamu membekap hatiku dalam kebimbangan cinta—tanpa arah, tanpa tujuan pasti, tapi aku suka. Entah kamu anugerah ataukah mungkin malah penderitaanku. Aku ingat ketika pertama kali mengenalmu. Perpustakaan adalah kata kuncinya. Entah kenapa aku selalu memilih meja dan kursi yang sama demi membaca buku, mungkin karena tata letaknya yang dekat dengan jendela hingga aku bisa merasakan sepoi angin membelaiku. Saat itu kutemukan sebuah buku agenda di atas meja tempat biasanya aku membaca buku-buku perpustakaan. Kubuka lembaran pertama buku agenda itu. Nama ...