Langsung ke konten utama

23 juni


Tepat jam 00.00

Sebuah notif berbunyi di ponsel ku

Ku pikir ada seseorang yang mencoba menghubungiku

Namun nyatanya ada notif alarm 

yang bertuliskan

Ini hari spesial 23 Juni


Sesaat ku terdiam

Manakala ku menyadari 

Bahwa hari ini Takan sama lagi seperti hari hari ditahun sebelum nya


Ku mulai memberanikan diri

Untuk mulai membuka social media nya

Karena nampak jelas

Foto seseorang 

Yang dengan nya dulu

Aku pernah menemukan salah satu momen termanis dan terpahit didalam hidupku 



Namun kali ini

Aku sudah jauh lebih baik

Tak ada lagi rasa teriris saat melihat potret wajah mu

Karena aku yakin kau tumbuh lebih baik

Dan aku disini 

Aku sudah mulai membangun

Rumah yang nyaman untuk ku berteduh

Mungkin tak semegah saat bersama mu



sekarang

Aku perlahan menjadi diriku seutuhnya

Ku mulai menikmati kembali hal hal kecil yang biasa aku lakukan 

Aku mulai bisa menghapus basahan basahan di ujung pelipis mataku

Aku yakin 

Kita akan melanjutkan semuanya 

Dengan jalan yang berbeda

Aku dengan tabah nya hatiku

Dan kau disana dengan hingar binar surga


Semoga...

Banyak hal kini yang aku semogakan

Ada banyak harapan 

Yang tak henti-hentinya ku lantunkan di sepertiga malam ku


Kau adalah sebuah buku yang belum selesai aku baca

Tapi aku sadar

Kalau aku hanya meminjam 

Dan harus ku kembalikan 

Ke pemilik asli nya


Ku selalu teringat kata kata ini

Yang pernah viral di sosial media 


Kalau misalnya burung jatuh cinta dengan ikan

di mana mereka akan tinggal? 


Itu bukan cinta, itu ilusi

Burung milik langit

ikan itu milik lautan

Mereka bisa saling menatap tapi tidak pernah benar-benar bersama


Tapi bukankah cinta bisa mengatasi segalanya? 

Iya....

tapi cinta itu bukan keajaiban

Ia tunduk pada hukum alam


Jika burung memaksa menyelam

ia tenggelam

Jika ikan mencoba terbang

ia jatuh dan mati... 


Mereka bukan pejuang

mereka adalah korban dari dongeng yang manis... bahwa cinta lebih kuat dari kenyataan

Padahal kenyataan tidak peduli dengan cinta


Tidak semua yang jatuh cinta ditakdirkan untuk bersatu

dan itu kenyataan

Memaksakan cinta yang tidak mungkin

hanya berakhir dengan luka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terpatahkan Di Awal Tahun

Terpatahkan di awal tahun Saat itu ada yang menghampiri ku Mendekat dan membawa aroma Apshara Aku tertegun ini aroma lembut bagai bidadari Di tersenyum sangat manis Seraya menyodorkan sebatang bunga seruni Ini kesukaan mu kan Sambil tersenyum menunjukkan lesung pipit di pipi kanan nya Sudah lah katanya Biarkan dia tenang Cukup cintai dia dengan doa doa baikmu Tangis dan keputusasaan mu takan membuat dia bangkit dari peristirahatan terakhir nya Apa kau ingin dia kembali ke dunia dan mengeluarkan nya dari surga Dia sudah bahagia disana Bukan kah surga tempat sebaik-baiknya kembali Aku kembali menengok nya Dia terlihat sangat bijak dengan kata katanya Bukankah kau temannya kataku Apa kau tidak sedih orang yang kau sayang pergi meninggalkan mu Sedih... Sedih bangat katanya... Namun semua sudah ditetapkan apa kau meragukan takdir Tuhan Bangkit lah... Tata hidup mu kembali Daisy pun pasti tak ingin melihat keadaan mu yang seperti ini... Dia menggandeng tangan ku Ayo kita pergi.. ...

Ada apa di bulan ini

Ada yang salah di bulan ini Entah kenapa Lain banget rasa nya Semuanya berlalu begitu saja Apa yang harus aku lakukan Kusangat kecewa dengan bulan ini Semuanya tak berjalan dengan baik Terlalu banyak kesedihan Dan sejujurnya akupun sudah lelah Apa kah masih ada hari esok Dan apa kah tetap seperti ini ♌•͡˘.˘ •͡♌"◦°◦ºº ĦцüĦ.. Mungkin ini salah ku Maaf tuhan Bila ku tak bersyukur Dan terlalu banyak meminta

Darimana Harus Kumulai

Entah darimana harus kumulai kata-kata pembuka hatiku. Setiap kali aku bertemu denganmu, aku selalu saja seperti terhipnotis, kamu membuatku lupa akan segalanya. Wajahmu selalu saja hadir dan menimbulkan akan rasa lupa yang membingungkan pada wajah-wajah wanita lain yang pernah kucintai sebelumnya, begitu kuatnya. Aku tak pernah tahu dari jurusan mana kamu datang. Tiba-tiba kamu hadir begitu saja, membawa keremangan takdirku. Kamu membekap hatiku dalam kebimbangan cinta—tanpa arah, tanpa tujuan pasti, tapi aku suka. Entah kamu anugerah ataukah mungkin malah penderitaanku. Aku ingat ketika pertama kali mengenalmu. Perpustakaan adalah kata kuncinya. Entah kenapa aku selalu memilih meja dan kursi yang sama demi membaca buku, mungkin karena tata letaknya yang dekat dengan jendela hingga aku bisa merasakan sepoi angin membelaiku. Saat itu kutemukan sebuah buku agenda di atas meja tempat biasanya aku membaca buku-buku perpustakaan. Kubuka lembaran pertama buku agenda itu. Nama ...