Langsung ke konten utama

Cerita yang sudah tau ending nya

Aku tau bagaimana akhirnya
Mungkin tinggal beberapa bulan 
Aku bisa menikmati senyum manismu

Aku yang seharusnya sadar diri
Kini mulai egois 
Dan berharap banyak padamu
Walaupun aku tau
Kau tak pernah memiliki rasa itu

Jika aku hanya mendapatkan peran
Sebagai orang yang kau manfaatkan
Maka manfaatkanlah aku semau mu
Setidaknya aku bisa bermanfaat bagimu

Aku sangat sadar
Perasaan ku Takan pernah terbalaskan 
Karena perasaan yang tidak bisa dipaksakan 
Aku dan kamu
Berada diwaktu dan kondisi yang berbeda 

Jujur 
Aku tidak pernah menyesal 
Akan effort lebih yang kulakukan 
Asalkan kau sehat dan bahagia 
Semuanya kan kulakukan 

Namun jika pada akhirnya kau memilih yang lain
Aku sadari itu
Dari perbincangan kita
Kau tak pernah ingin tau
Bagaimana keadaan ku
Kau tak pernah menanyakan bagaimana perasaan ku

Dan akupun sudah sangat siap akan perpisahan yang akan terjadi 
Namun kumohon 
Biar kan saat ini
Aku mengisi hari hari mu dengan penuh kebahagiaan yang selama ini tidak pernah kau rasakan 

Terima kasih atas kepercayaan mu
Memberi ku peran sedikit 
Untuk menjadi orang yang kau andalkan 
Aku siap untuk menjadi apapun yang kau inginkan 

Jika harus menjadi obat untuk segala masa lalu mu
Aku siap
Jika harus menjadi orang dewasa yang mengajarimu
Aku siap
Bahkan jika harus jadi tempat kau melampiaskan emosi mu
Aku sungguh siap
Apapun peran yang kau inginkan 
1000%aku siap

Tapi bisakah Tuhan 
Waktu berjalan lebih lambat dari biasanya 
Aku sungguh takut 
Tidak bisa lagi menatap matanya 
Memberikan kejutan yang membuat senyumnya menjadi lebar
Menjadi cemas atas segala sakit dan lelahnya 

Hari hari yang tersisa ini sangatlah berharga 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terpatahkan Di Awal Tahun

Terpatahkan di awal tahun Saat itu ada yang menghampiri ku Mendekat dan membawa aroma Apshara Aku tertegun ini aroma lembut bagai bidadari Di tersenyum sangat manis Seraya menyodorkan sebatang bunga seruni Ini kesukaan mu kan Sambil tersenyum menunjukkan lesung pipit di pipi kanan nya Sudah lah katanya Biarkan dia tenang Cukup cintai dia dengan doa doa baikmu Tangis dan keputusasaan mu takan membuat dia bangkit dari peristirahatan terakhir nya Apa kau ingin dia kembali ke dunia dan mengeluarkan nya dari surga Dia sudah bahagia disana Bukan kah surga tempat sebaik-baiknya kembali Aku kembali menengok nya Dia terlihat sangat bijak dengan kata katanya Bukankah kau temannya kataku Apa kau tidak sedih orang yang kau sayang pergi meninggalkan mu Sedih... Sedih bangat katanya... Namun semua sudah ditetapkan apa kau meragukan takdir Tuhan Bangkit lah... Tata hidup mu kembali Daisy pun pasti tak ingin melihat keadaan mu yang seperti ini... Dia menggandeng tangan ku Ayo kita pergi.. ...

Ada apa di bulan ini

Ada yang salah di bulan ini Entah kenapa Lain banget rasa nya Semuanya berlalu begitu saja Apa yang harus aku lakukan Kusangat kecewa dengan bulan ini Semuanya tak berjalan dengan baik Terlalu banyak kesedihan Dan sejujurnya akupun sudah lelah Apa kah masih ada hari esok Dan apa kah tetap seperti ini ♌•͡˘.˘ •͡♌"◦°◦ºº ĦцüĦ.. Mungkin ini salah ku Maaf tuhan Bila ku tak bersyukur Dan terlalu banyak meminta

Darimana Harus Kumulai

Entah darimana harus kumulai kata-kata pembuka hatiku. Setiap kali aku bertemu denganmu, aku selalu saja seperti terhipnotis, kamu membuatku lupa akan segalanya. Wajahmu selalu saja hadir dan menimbulkan akan rasa lupa yang membingungkan pada wajah-wajah wanita lain yang pernah kucintai sebelumnya, begitu kuatnya. Aku tak pernah tahu dari jurusan mana kamu datang. Tiba-tiba kamu hadir begitu saja, membawa keremangan takdirku. Kamu membekap hatiku dalam kebimbangan cinta—tanpa arah, tanpa tujuan pasti, tapi aku suka. Entah kamu anugerah ataukah mungkin malah penderitaanku. Aku ingat ketika pertama kali mengenalmu. Perpustakaan adalah kata kuncinya. Entah kenapa aku selalu memilih meja dan kursi yang sama demi membaca buku, mungkin karena tata letaknya yang dekat dengan jendela hingga aku bisa merasakan sepoi angin membelaiku. Saat itu kutemukan sebuah buku agenda di atas meja tempat biasanya aku membaca buku-buku perpustakaan. Kubuka lembaran pertama buku agenda itu. Nama ...