Langsung ke konten utama

Hei gimana surga...



Hei gimana surga...?
Bagaimana keadaan mu
Pasti menyenangkan disana
Apa disana turun hujan..? 
Entah kenapa aku rindu sekali denganmu
Apalagi ketika hujan turun
Aku rindu perbincangan hangat kita
Keluh kesahmu saat kita berteduh di pinggir jalan
Aku mengingat semua itu
Ya aku mengingat nya sampai kini
Karena aku masih hidup
Seperti inginmu

Aku mengingat jemari jemari kecilmu
Rambut pendek mu
Jubah hitam kesayangan mu
Jubah yang kadang membuat ku malu
Kenapa kamu suka banget pake jubah attak on titan 
Orang orang pasti menatap kearahmu
Dan berpikir kalo kamu wibu bau bawang.... 
Aneh banget... 
Ga ada manis manis nya tau

Tapi... 
Aku rindu saat itu
Kita selalu berdebat 
bahkan  aku ingat perdebatan terakhir kita 
Demon slayer vs attack on titan 
Sekarang setiap aku melihat anime itu aku bawaannya jadi melow
Itu gara gara kamu... 

Aku tau tulisan ini gak mungkin kau baca
Namun pesan pesan ku tak tau harus kukirim kan kemana

Kali ini aku ingin bercerita tentang keadaan kota kita
Kota ini baru saja di landa banjir hebat
Jika kau melihat keadaan nya mungkin kau akan berhenti berdoa minta hujan tiap hari
Karna sungguh hujan tak semenyenangkan dulu

Aku sempat kan mengunjungi ibu dan bapakmu
Keadaan beliau ber dua sehat dan baik baik saja
Bahkan bapak  sekarang ngevape... 
Aku masih setia sama spm... Wkwkwk
Andai kamu lihat aku sama bapak
Pasti kamu marah marah
Dan aku masih ingat gimana wajah kesalmu
Dan aroma kopi yang kamu tumpahkan ke rambutku
Untung saja saat itu kopi ya udah dingin... 

Tapi jangan marah mungkin ini salah satu hiburan buat bapak 
bapak butuh teman untuk diajak bicara
Aku memang jarang sih mampir kerumah bapak sama ibu
Bukan gak mau atau sibuk
Karna sungguh sulit
Menampilkan wajah ceria dan seolah semuanya baik baik saja
Aku pasti rindu setiap inci sudut ruang rumahmu

Sungguh aku masih rindu
Aku berusaha menyibukkan diri
Seperti inginmu
Namun entah lah aku tak tau
Hanya ini yang tersisa
Kopi hangat dimalam hari
Dan percakapan singkat
Yang mustahil kita ulangi

Doa ku untuk mu
Selalu jadi alasan untuk ku berubah


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terpatahkan Di Awal Tahun

Terpatahkan di awal tahun Saat itu ada yang menghampiri ku Mendekat dan membawa aroma Apshara Aku tertegun ini aroma lembut bagai bidadari Di tersenyum sangat manis Seraya menyodorkan sebatang bunga seruni Ini kesukaan mu kan Sambil tersenyum menunjukkan lesung pipit di pipi kanan nya Sudah lah katanya Biarkan dia tenang Cukup cintai dia dengan doa doa baikmu Tangis dan keputusasaan mu takan membuat dia bangkit dari peristirahatan terakhir nya Apa kau ingin dia kembali ke dunia dan mengeluarkan nya dari surga Dia sudah bahagia disana Bukan kah surga tempat sebaik-baiknya kembali Aku kembali menengok nya Dia terlihat sangat bijak dengan kata katanya Bukankah kau temannya kataku Apa kau tidak sedih orang yang kau sayang pergi meninggalkan mu Sedih... Sedih bangat katanya... Namun semua sudah ditetapkan apa kau meragukan takdir Tuhan Bangkit lah... Tata hidup mu kembali Daisy pun pasti tak ingin melihat keadaan mu yang seperti ini... Dia menggandeng tangan ku Ayo kita pergi.. ...

Ada apa di bulan ini

Ada yang salah di bulan ini Entah kenapa Lain banget rasa nya Semuanya berlalu begitu saja Apa yang harus aku lakukan Kusangat kecewa dengan bulan ini Semuanya tak berjalan dengan baik Terlalu banyak kesedihan Dan sejujurnya akupun sudah lelah Apa kah masih ada hari esok Dan apa kah tetap seperti ini ♌•͡˘.˘ •͡♌"◦°◦ºº ĦцüĦ.. Mungkin ini salah ku Maaf tuhan Bila ku tak bersyukur Dan terlalu banyak meminta

Darimana Harus Kumulai

Entah darimana harus kumulai kata-kata pembuka hatiku. Setiap kali aku bertemu denganmu, aku selalu saja seperti terhipnotis, kamu membuatku lupa akan segalanya. Wajahmu selalu saja hadir dan menimbulkan akan rasa lupa yang membingungkan pada wajah-wajah wanita lain yang pernah kucintai sebelumnya, begitu kuatnya. Aku tak pernah tahu dari jurusan mana kamu datang. Tiba-tiba kamu hadir begitu saja, membawa keremangan takdirku. Kamu membekap hatiku dalam kebimbangan cinta—tanpa arah, tanpa tujuan pasti, tapi aku suka. Entah kamu anugerah ataukah mungkin malah penderitaanku. Aku ingat ketika pertama kali mengenalmu. Perpustakaan adalah kata kuncinya. Entah kenapa aku selalu memilih meja dan kursi yang sama demi membaca buku, mungkin karena tata letaknya yang dekat dengan jendela hingga aku bisa merasakan sepoi angin membelaiku. Saat itu kutemukan sebuah buku agenda di atas meja tempat biasanya aku membaca buku-buku perpustakaan. Kubuka lembaran pertama buku agenda itu. Nama ...