Langsung ke konten utama

September sendiri dulu


Kadang aku tidak paham
Apa yang sebenarnya diinginkan semesta
Kehidupan memang sebuah misteri
Dan selalu saja ada hal hal yang sulit di pahami

Hari ini
Aku tengah baik baik saja
Aku menikmati keadaan ini
Aku sangat nyaman dengan kesendirian ini
Saat ini aku mencintai diriku sendiri
Dan tak berpikir untuk membagi nya dengan siapapun

Namun
Beberapa orang Mencoba hadir
Ada yang mengetuk pintu dengan pelan
Ada yang mengetuk begitu kencang
Ada juga yang cuma diam
Namun bersedia menunggu untuk dibukakan
Semua nya menawarkan sebuah kisah dimasa depan
Hanya saja aku merasa belum siap

Iya...
Aku memang pernah bilang
Hidup adalah ruang kosong
Aku menerima siapapun yang datang
Dan aku membiarkan siapapun yang ingin pergi
Namun
Untuk sebuah hubungan yang serius
Itu sulit
Aku Takan bisa mempersilahkan pergi
Jika dia memang sudah menghuni kehidupan ku
Oleh karena itu
Biarkan aku menikmati keadaan ini sendiri
Aku tak ingin melibatkan siapapun dulu dalam hari hari ku

Begitu banyak peristiwa yang terjadi di tahun ini
Dari mimpi mimpi yang gagal
Hubungan yang berantakan
Perjalanan yang panjang
Pertemuan dan perpisahan
Aku bahkan nyaris mati beberapa kali

Namun sekarang apa yang ku pahami
Ya....
Saat aku kembali ke kota ini
Aku disambut hujan yang turun di pagi hari
Hingga aku menyadari
Kalau aku tak pernah sendiri
Aku kerap kali lupa
Bahwa Tuhan sangat dekat dengan hambanya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terpatahkan Di Awal Tahun

Terpatahkan di awal tahun Saat itu ada yang menghampiri ku Mendekat dan membawa aroma Apshara Aku tertegun ini aroma lembut bagai bidadari Di tersenyum sangat manis Seraya menyodorkan sebatang bunga seruni Ini kesukaan mu kan Sambil tersenyum menunjukkan lesung pipit di pipi kanan nya Sudah lah katanya Biarkan dia tenang Cukup cintai dia dengan doa doa baikmu Tangis dan keputusasaan mu takan membuat dia bangkit dari peristirahatan terakhir nya Apa kau ingin dia kembali ke dunia dan mengeluarkan nya dari surga Dia sudah bahagia disana Bukan kah surga tempat sebaik-baiknya kembali Aku kembali menengok nya Dia terlihat sangat bijak dengan kata katanya Bukankah kau temannya kataku Apa kau tidak sedih orang yang kau sayang pergi meninggalkan mu Sedih... Sedih bangat katanya... Namun semua sudah ditetapkan apa kau meragukan takdir Tuhan Bangkit lah... Tata hidup mu kembali Daisy pun pasti tak ingin melihat keadaan mu yang seperti ini... Dia menggandeng tangan ku Ayo kita pergi.. ...

Ada apa di bulan ini

Ada yang salah di bulan ini Entah kenapa Lain banget rasa nya Semuanya berlalu begitu saja Apa yang harus aku lakukan Kusangat kecewa dengan bulan ini Semuanya tak berjalan dengan baik Terlalu banyak kesedihan Dan sejujurnya akupun sudah lelah Apa kah masih ada hari esok Dan apa kah tetap seperti ini ♌•͡˘.˘ •͡♌"◦°◦ºº ĦцüĦ.. Mungkin ini salah ku Maaf tuhan Bila ku tak bersyukur Dan terlalu banyak meminta

Darimana Harus Kumulai

Entah darimana harus kumulai kata-kata pembuka hatiku. Setiap kali aku bertemu denganmu, aku selalu saja seperti terhipnotis, kamu membuatku lupa akan segalanya. Wajahmu selalu saja hadir dan menimbulkan akan rasa lupa yang membingungkan pada wajah-wajah wanita lain yang pernah kucintai sebelumnya, begitu kuatnya. Aku tak pernah tahu dari jurusan mana kamu datang. Tiba-tiba kamu hadir begitu saja, membawa keremangan takdirku. Kamu membekap hatiku dalam kebimbangan cinta—tanpa arah, tanpa tujuan pasti, tapi aku suka. Entah kamu anugerah ataukah mungkin malah penderitaanku. Aku ingat ketika pertama kali mengenalmu. Perpustakaan adalah kata kuncinya. Entah kenapa aku selalu memilih meja dan kursi yang sama demi membaca buku, mungkin karena tata letaknya yang dekat dengan jendela hingga aku bisa merasakan sepoi angin membelaiku. Saat itu kutemukan sebuah buku agenda di atas meja tempat biasanya aku membaca buku-buku perpustakaan. Kubuka lembaran pertama buku agenda itu. Nama ...