Langsung ke konten utama

Desember

Desember semua nya berakhir di bulan ini
semua berubah aku benci bulan ini
bulan di mana hujan salu turun
dan sayup sayup kesedihahan
yang mencoba menghibur air mata ku

aku senang kau memberiku waktu
dan menghadirkan senyum di kehidupanku
dan membiarkan ku melihat berbagai hal
yang tak pernah ku temukan
aku menyadari apa yang ku miliki saat kau disisi ku
aku merasa aku mahluk paling beruntung di muka bumi ini

namun kisah manis itu harus berakhir di bulan ini desember
kau tlah memilih malaikat yang benar benar layak tuk menjaga senyummu
seseorang yang bisa memberimu sebuah istana yang megah
yang bisa menjamin senyum manis mu takan terhapus di masa depan

dan aku harus berusaha kuat
di saat orang yang ku sayang datang
dan berdiri di depan ku dan mengatakan
aku minta maaf untuk semua ini jika semua harus berakhir

entah apa lagi yang bisa aku sampaikan
ku tak bisa menahan mu sebenar nya ku ingin kau tetap disini
namaun ku tau apa yang membuat mu bahagia dia dia lah orang nya

Desember
aku benar benar hancur
tak ada yang ku punya
andai kau bersama ku mungkin cerita nya akan berbeda
mungkin aku tak selemah ini
mungkin aku tak sehancur ini
senyum manis mu begitu manis
aku rindu kulit putih mu
rambut pirang mu
dan cara mu memeluk ku
bahkan cara mu menangis kurindu semua itu

mungkin semua hanya angan angan
dan tak ada artinya untuk bermimpi
namun jika cinta memberi ku kesempatan
aku bersumpah ku ingin mencintai mu se sempurana mungkin

aku tak bisa kembali memutar waktu dan menyesali semua ini
semua nya sudah berakhir di bulan ini Desember












Postingan populer dari blog ini

Terpatahkan Di Awal Tahun

Terpatahkan di awal tahun Saat itu ada yang menghampiri ku Mendekat dan membawa aroma Apshara Aku tertegun ini aroma lembut bagai bidadari Di tersenyum sangat manis Seraya menyodorkan sebatang bunga seruni Ini kesukaan mu kan Sambil tersenyum menunjukkan lesung pipit di pipi kanan nya Sudah lah katanya Biarkan dia tenang Cukup cintai dia dengan doa doa baikmu Tangis dan keputusasaan mu takan membuat dia bangkit dari peristirahatan terakhir nya Apa kau ingin dia kembali ke dunia dan mengeluarkan nya dari surga Dia sudah bahagia disana Bukan kah surga tempat sebaik-baiknya kembali Aku kembali menengok nya Dia terlihat sangat bijak dengan kata katanya Bukankah kau temannya kataku Apa kau tidak sedih orang yang kau sayang pergi meninggalkan mu Sedih... Sedih bangat katanya... Namun semua sudah ditetapkan apa kau meragukan takdir Tuhan Bangkit lah... Tata hidup mu kembali Daisy pun pasti tak ingin melihat keadaan mu yang seperti ini... Dia menggandeng tangan ku Ayo kita pergi.. ...

Ada apa di bulan ini

Ada yang salah di bulan ini Entah kenapa Lain banget rasa nya Semuanya berlalu begitu saja Apa yang harus aku lakukan Kusangat kecewa dengan bulan ini Semuanya tak berjalan dengan baik Terlalu banyak kesedihan Dan sejujurnya akupun sudah lelah Apa kah masih ada hari esok Dan apa kah tetap seperti ini ♌•͡˘.˘ •͡♌"◦°◦ºº ĦцüĦ.. Mungkin ini salah ku Maaf tuhan Bila ku tak bersyukur Dan terlalu banyak meminta

Darimana Harus Kumulai

Entah darimana harus kumulai kata-kata pembuka hatiku. Setiap kali aku bertemu denganmu, aku selalu saja seperti terhipnotis, kamu membuatku lupa akan segalanya. Wajahmu selalu saja hadir dan menimbulkan akan rasa lupa yang membingungkan pada wajah-wajah wanita lain yang pernah kucintai sebelumnya, begitu kuatnya. Aku tak pernah tahu dari jurusan mana kamu datang. Tiba-tiba kamu hadir begitu saja, membawa keremangan takdirku. Kamu membekap hatiku dalam kebimbangan cinta—tanpa arah, tanpa tujuan pasti, tapi aku suka. Entah kamu anugerah ataukah mungkin malah penderitaanku. Aku ingat ketika pertama kali mengenalmu. Perpustakaan adalah kata kuncinya. Entah kenapa aku selalu memilih meja dan kursi yang sama demi membaca buku, mungkin karena tata letaknya yang dekat dengan jendela hingga aku bisa merasakan sepoi angin membelaiku. Saat itu kutemukan sebuah buku agenda di atas meja tempat biasanya aku membaca buku-buku perpustakaan. Kubuka lembaran pertama buku agenda itu. Nama ...