Langsung ke konten utama

tak ada dirimu

ada yang kurang di dalam hidupku
tak ada dirimu di hari ini
aku berusaha menerima kenyataan
dan mencoba terus berjalan dengan semua yang ku punya

ku bisa saja berkata pada dunia
bahwa ku tidak apa-apa
dan ku bisa saja berbohong pada semua
bahwa ku baik-baik saja
tapi ku tak bisa mendustai hati ini
jujur hati ini sangat perih
dengan semua kenyataan ini

ku salu yakin slama ini
ku salu ada tempat di hatimu
namun kenyataan nya
di hati mu sudah ada seseorang yang mengisinya
ku salu percaya bila saat nya tiba kata kan bertemu
namun yang ada seiring berjalan nya waktu
kau semakin jauh meninggal kan ku

terlalu hina kah diriku
hingga ku tak bisa menyentuh hati mu
tak pantas kah ku hadir di kehidupan mu

apa slama ini ku memikirkan
orang yang tak pernah memikirkan ku
apa ku slama ini ku salu memimpiakan
orang yang tak pernah memimpikan ku
apa ku slama ini salu mengharapkan
orang yang tak pernah mengharapkan ku

percuma kah semua yang tlah ku korbankan slama ini
tak ada artinya kah usaha ku slama ini
begitu jauh ku melangkah hanya tuk menuju
jalan yang buntu

memang ku merasa ini tak adil buat ku
tapi apalah daya ku
jika semua ini yang terbaik untuk mu

apa kah ada orang yang sepertimu
yang akan hadir di kehidupan ku nanti
orang yang salu bisa buat ku belajar
belajar mencintai dan di cintai
belajar menunggu dan bersabar
belajar tuk mengenal senyum dan tangisan
belajar memberi dan perduli
belajar menerima kekurangan dan menghargai kelebihan
belajar tuk mengenal tuhan
dan yang salu membuat ku belajar tuk jadi diri ku sendiri

semoga saja orang seperti itu ada
dan hadir di kehidupan ku
dan ku berjanji akan salu menjaga nya

mungkin ku harus terbiasa
bahwa mulai hari ini esok dan seterus nya
tak kan ada dirimu lagi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terpatahkan Di Awal Tahun

Terpatahkan di awal tahun Saat itu ada yang menghampiri ku Mendekat dan membawa aroma Apshara Aku tertegun ini aroma lembut bagai bidadari Di tersenyum sangat manis Seraya menyodorkan sebatang bunga seruni Ini kesukaan mu kan Sambil tersenyum menunjukkan lesung pipit di pipi kanan nya Sudah lah katanya Biarkan dia tenang Cukup cintai dia dengan doa doa baikmu Tangis dan keputusasaan mu takan membuat dia bangkit dari peristirahatan terakhir nya Apa kau ingin dia kembali ke dunia dan mengeluarkan nya dari surga Dia sudah bahagia disana Bukan kah surga tempat sebaik-baiknya kembali Aku kembali menengok nya Dia terlihat sangat bijak dengan kata katanya Bukankah kau temannya kataku Apa kau tidak sedih orang yang kau sayang pergi meninggalkan mu Sedih... Sedih bangat katanya... Namun semua sudah ditetapkan apa kau meragukan takdir Tuhan Bangkit lah... Tata hidup mu kembali Daisy pun pasti tak ingin melihat keadaan mu yang seperti ini... Dia menggandeng tangan ku Ayo kita pergi.. ...

Ada apa di bulan ini

Ada yang salah di bulan ini Entah kenapa Lain banget rasa nya Semuanya berlalu begitu saja Apa yang harus aku lakukan Kusangat kecewa dengan bulan ini Semuanya tak berjalan dengan baik Terlalu banyak kesedihan Dan sejujurnya akupun sudah lelah Apa kah masih ada hari esok Dan apa kah tetap seperti ini ♌•͡˘.˘ •͡♌"◦°◦ºº ĦцüĦ.. Mungkin ini salah ku Maaf tuhan Bila ku tak bersyukur Dan terlalu banyak meminta

Darimana Harus Kumulai

Entah darimana harus kumulai kata-kata pembuka hatiku. Setiap kali aku bertemu denganmu, aku selalu saja seperti terhipnotis, kamu membuatku lupa akan segalanya. Wajahmu selalu saja hadir dan menimbulkan akan rasa lupa yang membingungkan pada wajah-wajah wanita lain yang pernah kucintai sebelumnya, begitu kuatnya. Aku tak pernah tahu dari jurusan mana kamu datang. Tiba-tiba kamu hadir begitu saja, membawa keremangan takdirku. Kamu membekap hatiku dalam kebimbangan cinta—tanpa arah, tanpa tujuan pasti, tapi aku suka. Entah kamu anugerah ataukah mungkin malah penderitaanku. Aku ingat ketika pertama kali mengenalmu. Perpustakaan adalah kata kuncinya. Entah kenapa aku selalu memilih meja dan kursi yang sama demi membaca buku, mungkin karena tata letaknya yang dekat dengan jendela hingga aku bisa merasakan sepoi angin membelaiku. Saat itu kutemukan sebuah buku agenda di atas meja tempat biasanya aku membaca buku-buku perpustakaan. Kubuka lembaran pertama buku agenda itu. Nama ...